Senin, 18 Agustus 2025

Peringati HUT RI ke-80, RW13 Medayu Utara — Medokan Ayu Usai Upacara Bendera Ziarah dan Tabur Bunga di makam sesepuh "Mbah Abdul Hamid"

Ketua RW13 Medayu Utara - Medokan Ayu Khoirul Chuluk ziarah dan tabur bunga di makam sesepuh Medokan Ayu "Mbah Abdul Hamid", setelah upacara bendera. Kegiatan ini diikuti pengurus lingkungan dan sebagian warga, termasuk petugas upacara bendera.

MEMPERINGATI HUT RI ke-80, RW13 Medayu Utara — Medokan Ayu melangsungkan upacara bendera bersama warga pada 17 Agustus. Kegiatan ini dilanjut ziarah dan tabur bunga di makam sesepuh Medokan Ayu "Mbah Abdul Hamid" di Makam Islam Wonoayu.

Panjatkan doa untuk "mbah Hamid", juga sosok pejuang dan masih keluarga pondok pesantren di Gresik. 

Demikian info diterima oleh Media Komunitas Warga Medokan Ayu dalam memperingati hari kemerdekaan RI, yang dituangkan melalui Weblog EkstraMedokanAyu, sekaligus arsip dari kegiatan ekstra warga Medokan Ayu.

Upacara bendera oleh RW13 ini, tercatat sebagai tahun ke-3. Dengan demikian, di hari kemerdekaan RI tahun ini, di Medokan Ayu terdapat tiga RW yang melangsungkan upacara bendera. 

Disamping RW04 Kosagrha, juga RW09 yang lokasinya bertetangga dengan RW13.

Upacara bendera di RW09 telah tercatat di Media ini dengan judul "Peringati HUT RI ke-80, RW09 Medokan Ayu Adakan Malam Tirakatan dan Upacara Bendera Pertama Kali"

Dalampada itu, pada penyelenggaraan upacara bendera berpakaian adat ini telah berlangsung tiga tahun berturutan dan pengalaman telah diraih.

Pada tahun lalu, kegiatan yang sama bisa dilihat dengan klik judul ini "Mbah Misno Semangat Ikuti Upacara Bendera di RW13 Medokan Ayu"

Adapun susunan petugas upacara bendera HUT RI ke-80 ini, Ketua RW13 Khoirul Chuluk bertindak sebagai Inspektur Upacara dan pembacaan Pancasila.


Posisi Komandan Upara dipercayakan Catur Sulistyo. Sementara Komandan Peleton 1 & 2 dipegang Imam Basori dan Haryanto. Disini juga disiapkan cadangan, jika ada Peleton tambahan, Yakni Rudy Hartono harus siaga.


Pembacaan doa diserahkan kepada warga peduli As Alun. Pembacaan teks proklamasi oleh Keshia Namiah Adzka Putri Luvia, dan Pembacaan teks UUD 1945 oleh Nielza Chandani Orvala.


Paling menggetarkan sang pengibar bendera. Disini tiga sosok muda bertanggung jawab. Antara lain Imroatul Maulidiyyah, Chacha Laras Queen Malika, dan Keisha Namiah Zahra Putri Luvia.


Dewi Saada berperan sebagai pembawa teks Pancasila. Pemandu paduan suara — dirigen — berada ditangan Ny. Endar, S.Pd., dan Paduan suara oleh ibu ibu PKK RT03 RW13.

Untuk Protokol dikendalikan oleh Dra. Hj. Ismiarsih, MM. Kamerawan (pengambil gambar) oleh Atdayan, yang selengkapnya berikut ini.  

Inspektur Upacara ketua RW13 Khoirul Chuluk

Komandan Upacara Catur Sulistyo 

Pembaca doa oleh warga peduli As Alun.

Protokol oleh Dra. Hj. Ismiarsih.MM 

Pembacaan teks proklamasi oleh Keshia Namiah Adzka Putri Luvia

Pembacaan teks UUD 1945 oleh Nielza Chandani Orvala

Dirigen oleh Ny. Endar, S.Pd.

Paduan Suara oleh Ibu-ibu RT03 

Paduan suara

Paduan suara

Bergoyang ikuti lagu dinyanyikan oleh tim paduan suara.


Kegiatan ini juga ditayangkan JTV. Silahkan klik disini "Melihat Selengkapnya Tanyangan JTV"

PESERTA UPACARA





























POTONG TUMPENG
Hari itu RW13 Medayu Utara — Medokan Ayu, usai upacara bendera yang khidmat itu juga melangsungkan potong tumpeng.





FOTO BERSAMA
Di acara setahun sekali ini, diakhiri dengan foto bersama ketua RW Khoirul Chuluk beserta istri tercinta tampil mesra.






(EkstraMedokanAyu)